Jumat, 15 Desember 2017

Fun World

Usia memang semakin lama semakin menua makanya sebisa mungkin selalu berbahagia.
Seperti kejadian kemarin, sudah jadi kebiasanku sekarang untuk pulang tepat waktu dan tidak banyak main seperti dulu.
Bukan karena apa-apa, tetapi memang aku yang tipenya lebih baik tidur dirumah daripada diluar rumah tapi tidak jelas mau ngapain.

Ketika aku hampir sampai dirumah, tiba-tiba kakaku baru memberi kabar kalau dirumah tidak ada orang dan kunci lupa untuk dititipkan tetangga.

Alhasil kalau aku pulang kerumah dirasa akan percuma karena harus menunggu didepan pintu dengan gigitan ganas nyamuk-nyamuk bekasi.
Jadi aku memutuskan untuk mampir ke salah satu mall yang tidak begitu jauh dari rumah dengan niat mau menonton film yang baru saja di putar di bioskop itu (Star Wars : The Last Jedi) namun sayang sekali sampai dimall itu aku sudah telat 10 Menit dan perut pun terasa keroncongan.

Jadi aku makan dulu untuk mengisi perut sambil berpikir sebaiknya habis makan aku ngapain...


Dan setelah makan aku akhirnya melihat ada wahana bermain yang cukup besar yaitu

                                                        
FUN WORLD

Yeay... akhirnya aku pun menghabiskan waktu disitu aja sambil menunggu dijemput.

Seru banget ! Jadi inget waktu aku main ditempat kaya gini pas di Samarinda

Nah berikut ini permainan per permainan yang aku sempet mainin kemarin:

PEMANASAN !

SUSAH-SUSAH GAMPANG !

TERFAVORITE



GAMPANGAN dengan tiket yang banyak


NAH... YANG INI SUSAH TAPI GA ADA TIKET YANG KELUAR :(

VOILA! ini hasilnyaaaa 71 TIKET !



Ada hikmahnya kan ga ada orang dirumah... aku bisa main dan flash back masa kecil. Aku jadi pengen balik lagi :)


Ini bonus clip yang direkam adikku ketika aku sudah dijemput
SERU


p.s: Kalau ada kata-kata "bahagia itu sederhana" aku setuju... dengan main beberapa permainan ini aja aku udah ngerasa seneng banget. Kebahagian itu ga susah kok dicari atau didapetinnya, asal selalu bersyukur dan sabar yaa, kaya aku yang sabar dilupain orang rumah karena ga ditinggalin kunci... hahahhaha :p

Sabtu, 30 September 2017

Setahun Lalu

Setahun lalu
Tepat pukul 05:30 selalu ada pesan semangat darinya
Aku merasa sangat berbunga-bunga
Senyum-senyum sendiri menjadi hal lumrah
Dan membuatku yakin kalau dia "the one and only"

Tetapi 3 bulan kemudian, semuanya berantakan dan hancur
Ini pertama kalinya aku merasa sangat-sangat berantakan
Saat itu dan hari-hari berikutnya pasti masih berharap kan
Ibaratnyaa ga semudah yang orang saranin ke kita buat move on
1 hari pasca kejadian "sedih-sedihan" itu, super ga nafsu makan dan ga bisa tidur
Makan baru satu suap yang ada langsung nangis, yah namanya juga patah hati
Bertanya-tanya apa sebabnya dan kenapa
Dari yang mulai mencari tau sampe menyalahkan diri sendiri

Tapi...
Setelah satu tahun berlalu dan sudah menerima
Aku bersyukur dan "mendapatkan" jawabannya
Kejadian "mendapatkan" jawaban itu ga sengaja, yaitu dari post salah satu temenku
Aku selalu percaya tuhan selalu ada cara kasih tau hikmah suatu kejadian

"Don't love too much because that too much can hurt you so much"

Bener kan!
Jadi berpikir ini fase sedih yang sekarang bisa jadi bahan lelucon paling menghibur
Literally menghibur !
Karena dengan mudahnya temen dekatku bilang "udah jangan ganggu nad, nanti nangis lagi ga berenti-berenti kaya waktu itu"
Aku bakalan ketawa paling kenceng karena jadi inget betapa konyolnya nangis berhari-hari dengan muka super kucel!

Well yaa...
Ini cuma sharing, intinya sih inget aja. Apa yang ngebuat kita sedih hari ini bisa bikin kuat dimudian hari
Dan yang paling penting, selalu ada alasan kenapa tuhan memberikan kita jalan salah itu dan ada penjelasan dikemudian hari untuk semuanya.
Ga papa galau hari ini demi mendapatkan lelucon dikemudian hari..  hehehe

P.s : jangan lupa berterima kasih untuk teman-teman kita yang selalu nemenin terutama yang siap sedia ditelpon malem-malem dengerin kita nangis
Untuk aku terima kasihnya untuk Wid, mega, nenes, juma, mbak hana

Dan satu lagi...
Untuk "dia" yang ada ditulisan ini dan kebetulan baca semoga bisa berubah
Menyakiti orang itu mudahhh banget tetapi buat orang percaya itu sulit
Semoga kita bisa ketemu dan kembali jadi temen setelah mendadak jadi stranger

Oh iyaa tapi "dia" juga membuat aku berani untuk speak up sama perasaanku sendiri
Psst... dia orang pertama yang aku "tembak"
;)

Senin, 07 Agustus 2017

Pulang Kala Senja

Senja sebentar lagi akan berganti gelap
Warna jingganya sedikit demi sedikit memudar

Jalan raya menjadi padat
Lomba berlomba untuk segera pulang sebelum Adzan Maghrib dikumandangkan

Sayup kudengar celoteh orang-orang berkendara
Ada yang membicarakan politik saat ini hingga gaya berbusana masa kini.

Di benakku...
Tentu saja kembali mengingatmu
Pembicaraan intim kita melepas hari
Dan itulah alasanku juga ingin segera pulang

p.s: berjejal dijalan dengan kamu yang ada di pikiranku

Selasa, 01 Agustus 2017

Berlibur (Part 2)

Tahun ini merupakan tahunku untuk kembali ke Samarinda.


Song : Vakansi by White Shoes and The Couples Company

Perjalanan kali ini dimulai dengan delay-nya pesawatku selama 1 jam 30 menit. Ini sudah kedua kalinya aku pergi kekota asalku sendiri. (baca: http://baladaakusigigitonggos.blogspot.co.id/2014/08/berlibur.html)

OK dimulai di hari pertama, aku tiba di Bandara Balikpapan sekitar jam 16:00 WITA. Dijemput dengan om dan tenteku memakan waktu kurang lebih 2.5jam sampai dirumahnya. Jadi waktuku cukup tersita sama jalanan Balikpapan – Samarinda yang dikelilingin sama hutan dan bukit-bukit.



Di hari-hari berikutnya aku ada mampir kebeberapa tempat dan tentu aja makan semua makanan yang udah masuk di "LIST WAJIB MAKAN"
Contohnya:

- Ada pentol (baso) goreng yang super yummy karena ditambah bumbu kacang yang super pedes


- Pentol Bakar yang ga kalah enak karena rasa kecapnya yang udah meresap

- Nasi Goreng saus merah dengan rasa khas Kalimantan, ditambah telur ceplok setengah matang, irisan ampela hati dan suiran ayam.



- Pisang Gapit yaitu pisang dibakar setengah matang dan ditambah bumbu yang manisnya pas



- Nasi Kuning yang dijamin akan beda rasanya kalau makan asli dari sana, rasanya bener-bener bikin nagih !



- Bihun putih tanpa kecap tapi soal rasa, Luar Biasa ! ditambah dengan rasa sambelnya yang bikin tambah nikmat.



- Sanggar cempedak yang ga ada duanya !

- Gorengan-gorengan (sanggar, tahu, ote-ote dan untuk-untuk) yang beda karena rasa sambel petisnya yang super bikin kangen




- Nasi campur Bu Sum yang ada di daerah Kinibalu ini, super enak dan bikin kenyang banget !
Lauknya lengkap dan rasa ayam gorengnya sih nikmat banget...


- Ayam goreng banjar dengan 2 macem sambel yang enak banget kalau di gabungin jadi satu. Oh iya khusus yang ini kita disuguhin sama sayur asem khas banjar yang walaupun bening tapi ga kalah sama rasa sayur asem biasanya dan juga sambelan hati ampela yang bikin nambah terus.


- Dan yang paling ditunggu-tunggu adalah SOTO BANJAR yang rasanya mendunia dan salah satu alasan yang bikin pengen kembali lagi ke Samarinda.
Rasa autentik bumbu-bumbu yang diracik jadi satu dan ditambah dengan kuah yang kental, duh bikin kebayang-bayang!


Aku makan di warung Ali Sohor, tempat yang jauh dari kemewahan tetapi soal rasa sih boleh diadu sama restaurant-restaurant masa kini, oh ya harga per porsi sih standard yaa yaitu IDR 25,000 tapi bikin kenyang banget kok.


Ada beberapa makanan yang belum sempet aku makan, contohnya: buras dan es pisang didepan SMPku karena pada saat itu ga ada.

Nah selanjutnya aku akan membahas jalan-jalan kemana aja ya, sebenernya di Samarinda ga banyak tempat-tempat wisata. Tapi yang ga boleh dilewatkan yaitu musium di Tenggarong.
Buat pecinta musium pasti akan jatuh cinta banget sama isi-isi musiumnya. Karena isi sejarahnya yang lengkap banget dan bonusnya kalau abis dari musium bisa ke planetarium yang gedungnya persis disebelah musiumnya.

Sayangnya pas aku ke musium itu, sedang ditutup karena mempersiapkan Erau (via Wiki : https://id.wikipedia.org/wiki/Erau). Jadi aku hanya sempet berfoto didepan gedungnya aja :(





Setelah itu aku sempet keliling kota Tenggarong, dan berakhir di taman tepat di pinggir Sungai Mahakam
- Dari kejauhan keliatan jelas pulau Kumala, Pulau buatan yang bisa dikunjungi untuk sekedar berekreasi bersama keluarga




Lalu mari kita beralih ke tempat-tempat sentimental yang pernah jadi tujuanku di masa lalu
- Ini jalan menuju rumahku dulu, yang membedakan hanya gerbang yang dulu ada sekarang sudah ga ada lagi

- Masjid yang deket banget sama rumahku

- SMP ku dulu yang sudah banyak berubah


- SMK ku yang semakin besar

Sebenernya aku mau kasih liat bekas rumahku dulu, tapi mengingat ini bukan hakku lagi dan menjaga privacy pemilik yang baru jadi ga aku post disini.

Ketika aku lewat didepan bekas rumahku itu, aku sedih ngeliatnya. Sekarang rumah itu sudah bener-bener berubah, ga ada lagi pohon mangga yang kalau berbuah banyak banget.
(baca : http://baladaakusigigitonggos.blogspot.co.id/2010/03/pulang.html )

H-2 sebelum aku balik ke Jakarta, aku mampir ke pusat oleh-oleh yaitu Citra Niaga



- Dompet koin


- Kalung



Jadi kurang lebih seperti ini isi liburanku waktu kemarin di Samarinda...
Percaya ga percaya, selama 1 minggu setelah kembali ke Jakarta, perasaan rindu terbayang-banyang kota Samarinda sulit dihilangkan.

Semoga aku bisa kembali lagi kesana :)

p. s; Terima kasih untuk om tante sepupu-sepupu kecil, geng lampion, guru-guru SMK 3, Geng the Ontonkz, dan kawan-kawan yang membuat betah disana. 

Sampai Jumpa lagi... 

Senin, 24 Juli 2017

Terlalu Biru

Aku baru saja kembali dari kota lamaku
Kota yang sudah ku anggap kota asalku

Terasa kosong, aku kembali disini
Terasa sepi, aku kembali disini
Terasa hampa, aku kembali disini

Aku ingin terbang kembali kesana
Menghabiskan hari-hariku

Merasakan terik matahari yang membuat legam
Menanti senja kita
Menatap bersama lampu-lampu di puncak kota

Aku rindu kamu, kalian dan kita 

p.s: ini menjadi setengah misteri bagiku, semua semangatku serasa habis dan tidak kembali ketika ada dikota ini. 
Mau menelaah tetapi terlalu biru :(

Senin, 03 Juli 2017

Hari Raya... Sepi

Entah ini hari raya keberapa aku tidak ditemani tawa

Aku hanya duduk melihat ke arah luar...
Berharap dia datang menjemputku

Aku tau itu semu
Tapi setidaknya pikiranku tidak kelu

Lagi-lagi air mataku turun tidak dapat ditahan
Usaha memikirkan hal bahagia serasa percuma

Aku hanya duduk melihat ke arah luar...
Berharap dia datang menemaniku

Sampai penutup hari, aku berpikir suamiku lebih beruntung.
Dia tidak pernah merasa dibuang di sisa hidupnya

P.s : ibu yang diabaikan anaknya di panti werdha

Minggu, 25 Juni 2017

Bhumi dan semestanya

Canting berjanji akan melepas Bhumi
Mengikhlaskannya pergi...

Canting pernah berkata
"Jika harus melepaskan Bhumi... aku pasti akan merasa kosong"

Tidak terasa memang waktu tidak menunggu Canting dan Bhumi untuk bersatu
Dan takdir pun sudah digariskan lain dari yang diharapkan

Memang seperti itu...

Tetapi Meratap
Meraung
Menangis
Berhasil tidak dilakukan oleh Canting

"Biar dia menyatu dengan semestanya..."

P.s : Ini seperti batas akhir perjalanan dengannya dan biasanya aku membenci mengucapkan ini... tapi untuknya Selamat Tinggal memang tepat.
-Untuk Poe-