Sabtu, 30 September 2017

Setahun Lalu

Setahun lalu
Tepat pukul 05:30 selalu ada pesan semangat darinya
Aku merasa sangat berbunga-bunga
Senyum-senyum sendiri menjadi hal lumrah
Dan membuatku yakin kalau dia "the one and only"

Tetapi 3 bulan kemudian, semuanya berantakan dan hancur
Ini pertama kalinya aku merasa sangat-sangat berantakan
Saat itu dan hari-hari berikutnya pasti masih berharap kan
Ibaratnyaa ga semudah yang orang saranin ke kita buat move on
1 hari pasca kejadian "sedih-sedihan" itu, super ga nafsu makan dan ga bisa tidur
Makan baru satu suap yang ada langsung nangis, yah namanya juga patah hati
Bertanya-tanya apa sebabnya dan kenapa
Dari yang mulai mencari tau sampe menyalahkan diri sendiri

Tapi...
Setelah satu tahun berlalu dan sudah menerima
Aku bersyukur dan "mendapatkan" jawabannya
Kejadian "mendapatkan" jawaban itu ga sengaja, yaitu dari post salah satu temenku
Aku selalu percaya tuhan selalu ada cara kasih tau hikmah suatu kejadian

"Don't love too much because that too much can hurt you so much"

Bener kan!
Jadi berpikir ini fase sedih yang sekarang bisa jadi bahan lelucon paling menghibur
Literally menghibur !
Karena dengan mudahnya temen dekatku bilang "udah jangan ganggu nad, nanti nangis lagi ga berenti-berenti kaya waktu itu"
Aku bakalan ketawa paling kenceng karena jadi inget betapa konyolnya nangis berhari-hari dengan muka super kucel!

Well yaa...
Ini cuma sharing, intinya sih inget aja. Apa yang ngebuat kita sedih hari ini bisa bikin kuat dimudian hari
Dan yang paling penting, selalu ada alasan kenapa tuhan memberikan kita jalan salah itu dan ada penjelasan dikemudian hari untuk semuanya.
Ga papa galau hari ini demi mendapatkan lelucon dikemudian hari..  hehehe

P.s : jangan lupa berterima kasih untuk teman-teman kita yang selalu nemenin terutama yang siap sedia ditelpon malem-malem dengerin kita nangis
Untuk aku terima kasihnya untuk Wid, mega, nenes, juma, mbak hana

Dan satu lagi...
Untuk "dia" yang ada ditulisan ini dan kebetulan baca semoga bisa berubah
Menyakiti orang itu mudahhh banget tetapi buat orang percaya itu sulit
Semoga kita bisa ketemu dan kembali jadi temen setelah mendadak jadi stranger

Oh iyaa tapi "dia" juga membuat aku berani untuk speak up sama perasaanku sendiri
Psst... dia orang pertama yang aku "tembak"
;)

Senin, 07 Agustus 2017

Pulang Kala Senja

Senja sebentar lagi akan berganti gelap
Warna jingganya sedikit demi sedikit memudar

Jalan raya menjadi padat
Lomba berlomba untuk segera pulang sebelum Adzan Maghrib dikumandangkan

Sayup kudengar celoteh orang-orang berkendara
Ada yang membicarakan politik saat ini hingga gaya berbusana masa kini.

Di benakku...
Tentu saja kembali mengingatmu
Pembicaraan intim kita melepas hari
Dan itulah alasanku juga ingin segera pulang

p.s: berjejal dijalan dengan kamu yang ada di pikiranku

Selasa, 01 Agustus 2017

Berlibur (Part 2)

Tahun ini merupakan tahunku untuk kembali ke Samarinda.


Song : Vakansi by White Shoes and The Couples Company

Perjalanan kali ini dimulai dengan delay-nya pesawatku selama 1 jam 30 menit. Ini sudah kedua kalinya aku pergi kekota asalku sendiri. (baca: http://baladaakusigigitonggos.blogspot.co.id/2014/08/berlibur.html)

OK dimulai di hari pertama, aku tiba di Bandara Balikpapan sekitar jam 16:00 WITA. Dijemput dengan om dan tenteku memakan waktu kurang lebih 2.5jam sampai dirumahnya. Jadi waktuku cukup tersita sama jalanan Balikpapan – Samarinda yang dikelilingin sama hutan dan bukit-bukit.



Di hari-hari berikutnya aku ada mampir kebeberapa tempat dan tentu aja makan semua makanan yang udah masuk di "LIST WAJIB MAKAN"
Contohnya:

- Ada pentol (baso) goreng yang super yummy karena ditambah bumbu kacang yang super pedes


- Pentol Bakar yang ga kalah enak karena rasa kecapnya yang udah meresap

- Nasi Goreng saus merah dengan rasa khas Kalimantan, ditambah telur ceplok setengah matang, irisan ampela hati dan suiran ayam.



- Pisang Gapit yaitu pisang dibakar setengah matang dan ditambah bumbu yang manisnya pas



- Nasi Kuning yang dijamin akan beda rasanya kalau makan asli dari sana, rasanya bener-bener bikin nagih !



- Bihun putih tanpa kecap tapi soal rasa, Luar Biasa ! ditambah dengan rasa sambelnya yang bikin tambah nikmat.



- Sanggar cempedak yang ga ada duanya !

- Gorengan-gorengan (sanggar, tahu, ote-ote dan untuk-untuk) yang beda karena rasa sambel petisnya yang super bikin kangen




- Nasi campur Bu Sum yang ada di daerah Kinibalu ini, super enak dan bikin kenyang banget !
Lauknya lengkap dan rasa ayam gorengnya sih nikmat banget...


- Ayam goreng banjar dengan 2 macem sambel yang enak banget kalau di gabungin jadi satu. Oh iya khusus yang ini kita disuguhin sama sayur asem khas banjar yang walaupun bening tapi ga kalah sama rasa sayur asem biasanya dan juga sambelan hati ampela yang bikin nambah terus.


- Dan yang paling ditunggu-tunggu adalah SOTO BANJAR yang rasanya mendunia dan salah satu alasan yang bikin pengen kembali lagi ke Samarinda.
Rasa autentik bumbu-bumbu yang diracik jadi satu dan ditambah dengan kuah yang kental, duh bikin kebayang-bayang!


Aku makan di warung Ali Sohor, tempat yang jauh dari kemewahan tetapi soal rasa sih boleh diadu sama restaurant-restaurant masa kini, oh ya harga per porsi sih standard yaa yaitu IDR 25,000 tapi bikin kenyang banget kok.


Ada beberapa makanan yang belum sempet aku makan, contohnya: buras dan es pisang didepan SMPku karena pada saat itu ga ada.

Nah selanjutnya aku akan membahas jalan-jalan kemana aja ya, sebenernya di Samarinda ga banyak tempat-tempat wisata. Tapi yang ga boleh dilewatkan yaitu musium di Tenggarong.
Buat pecinta musium pasti akan jatuh cinta banget sama isi-isi musiumnya. Karena isi sejarahnya yang lengkap banget dan bonusnya kalau abis dari musium bisa ke planetarium yang gedungnya persis disebelah musiumnya.

Sayangnya pas aku ke musium itu, sedang ditutup karena mempersiapkan Erau (via Wiki : https://id.wikipedia.org/wiki/Erau). Jadi aku hanya sempet berfoto didepan gedungnya aja :(





Setelah itu aku sempet keliling kota Tenggarong, dan berakhir di taman tepat di pinggir Sungai Mahakam
- Dari kejauhan keliatan jelas pulau Kumala, Pulau buatan yang bisa dikunjungi untuk sekedar berekreasi bersama keluarga




Lalu mari kita beralih ke tempat-tempat sentimental yang pernah jadi tujuanku di masa lalu
- Ini jalan menuju rumahku dulu, yang membedakan hanya gerbang yang dulu ada sekarang sudah ga ada lagi

- Masjid yang deket banget sama rumahku

- SMP ku dulu yang sudah banyak berubah


- SMK ku yang semakin besar

Sebenernya aku mau kasih liat bekas rumahku dulu, tapi mengingat ini bukan hakku lagi dan menjaga privacy pemilik yang baru jadi ga aku post disini.

Ketika aku lewat didepan bekas rumahku itu, aku sedih ngeliatnya. Sekarang rumah itu sudah bener-bener berubah, ga ada lagi pohon mangga yang kalau berbuah banyak banget.
(baca : http://baladaakusigigitonggos.blogspot.co.id/2010/03/pulang.html )

H-2 sebelum aku balik ke Jakarta, aku mampir ke pusat oleh-oleh yaitu Citra Niaga



- Dompet koin


- Kalung



Jadi kurang lebih seperti ini isi liburanku waktu kemarin di Samarinda...
Percaya ga percaya, selama 1 minggu setelah kembali ke Jakarta, perasaan rindu terbayang-banyang kota Samarinda sulit dihilangkan.

Semoga aku bisa kembali lagi kesana :)

p. s; Terima kasih untuk om tante sepupu-sepupu kecil, geng lampion, guru-guru SMK 3, Geng the Ontonkz, dan kawan-kawan yang membuat betah disana. 

Sampai Jumpa lagi... 

Senin, 24 Juli 2017

Terlalu Biru

Aku baru saja kembali dari kota lamaku
Kota yang sudah ku anggap kota asalku

Terasa kosong, aku kembali disini
Terasa sepi, aku kembali disini
Terasa hampa, aku kembali disini

Aku ingin terbang kembali kesana
Menghabiskan hari-hariku

Merasakan terik matahari yang membuat legam
Menanti senja kita
Menatap bersama lampu-lampu di puncak kota

Aku rindu kamu, kalian dan kita 

p.s: ini menjadi setengah misteri bagiku, semua semangatku serasa habis dan tidak kembali ketika ada dikota ini. 
Mau menelaah tetapi terlalu biru :(

Senin, 03 Juli 2017

Hari Raya... Sepi

Entah ini hari raya keberapa aku tidak ditemani tawa

Aku hanya duduk melihat ke arah luar...
Berharap dia datang menjemputku

Aku tau itu semu
Tapi setidaknya pikiranku tidak kelu

Lagi-lagi air mataku turun tidak dapat ditahan
Usaha memikirkan hal bahagia serasa percuma

Aku hanya duduk melihat ke arah luar...
Berharap dia datang menemaniku

Sampai penutup hari, aku berpikir suamiku lebih beruntung.
Dia tidak pernah merasa dibuang di sisa hidupnya

P.s : ibu yang diabaikan anaknya di panti werdha

Minggu, 25 Juni 2017

Bhumi dan semestanya

Canting berjanji akan melepas Bhumi
Mengikhlaskannya pergi...

Canting pernah berkata
"Jika harus melepaskan Bhumi... aku pasti akan merasa kosong"

Tidak terasa memang waktu tidak menunggu Canting dan Bhumi untuk bersatu
Dan takdir pun sudah digariskan lain dari yang diharapkan

Memang seperti itu...

Tetapi Meratap
Meraung
Menangis
Berhasil tidak dilakukan oleh Canting

"Biar dia menyatu dengan semestanya..."

P.s : Ini seperti batas akhir perjalanan dengannya dan biasanya aku membenci mengucapkan ini... tapi untuknya Selamat Tinggal memang tepat.
-Untuk Poe-

Hari Kemenangan

Rasa syukur tidak terhingga...
Akhirnya bertemu lagi dengan Hari Kemenangan...

Bahagia dan sedih
Bahagia mesasakan hari ini
Tetapi harus menunggu lagi Ramadhan berikutnya

Selamat merasakan kemenangan

Sabtu, 17 Juni 2017

Jatuh Cinta

"Aku jatuh cinta"

"Dengan siapa? Mengapa tidak kau sebarkan berita bahagia ini sama seperti lainnya"

"Hahaha... aku bukan orang penting"

"Walaupun bukan tetapi hal ini bisa menjadi hal yang menarik"

"Untuk apa? Aku dan dia sudah cukup... Aku pun lebih bahagia jika disimpan sendiri... sama seperti bulan tidak memberitahu matahari jika tadi malam bintang bersinar terang untuknya"

Senin, 05 Juni 2017

Hujan Malam Ini

"Kenapa harus hujan malam ini" kutukku dalam hati

Mendengar tetes demi tetes bulir airnya membuat mataku semakin sulit untuk tidur

Pasti! Pasti kembali hal muram yang datang
Memikirkan sedang apa dan hujan jugakah di kotanya

Tahun belum menjadi genap... tenang saja.
Masih ada sedikit sisa waktu untuk acuh

Entahlah...
Aku harus tidur malam ini

P.s : baca tetapi jangan berasumsi sendiri

Pulas

Udara dingin semakin membuat tubuhku merapatkan kedalam selimut tebal ini

Andai wangi bisa aku simpan dan aku hirup setiap hari sampai nanti

Sayangnya wangi pelan-pelan akan hilang... tidak tersisa

Wangi ini yang menemaniku ketika sedu sedan
Tengah malam sampai menjelang pagi

Kami saling menguatkan
Kami saling mengalami titik ketidakberdayaan
Kami saling membenci situasi waktu itu

Andai wangi ini bisa lekat denganku... membuatku pulas sekali lagi

P.s : seperti tertidur dihotel pules

Senin, 29 Mei 2017

Kereta Jarak Jauh

Hentakan kereta berbunyi nyaring
Roda beradu dengan rel besi

Muak...

Aku segera mengalihkan pandanganku
Melihat kearah lain lebih baik aku rasa

Daripada mendengar bising

Melihat bentuk nyatanya sama seperti merasakan kembali bahagia yang sudah lama hilang

Aku benci kereta jarak jauh

Senin, 22 Mei 2017

Meditasi



"Kamu lagi ngapain? pasti lagi nulis ya, tadi ga sengaja ngintip sedikit"

Kalimat itu ditanyakan langsung sama temen satu divisiku, malu sih yaa ke gap karena ngga ngerjain pekerjaan yang sesungguhnya.

Ok... ini salah satu cara aku merefresh diri (baca : meditasi) yaitu menulis cerita yang sudah lama banget ngga selesai-selesai karena mood naik turun.
Sampai saat ini ada lima kerangka cerita yang belum selesai, makanya disela-sela ngerjain kerjaan kantor aku mencoba selesaikan salah satunya.

Ngga... aku ngga masukin itu ke penerbit manapun atau lebih tepatnya belum. Karena jujur aja, kalimat per kalimat yang masih berantakan dan isi cerita yang masih sesuka hati bikin aku ngerasa cerita ini cukup aku baca sendiri dan berbagi sama temen terdekatku aja.

Kesukaanku menulis dan menjadi storyteller sudah ada dari zaman aku SD. Awal-awalnya aku cerita yang ada di kepalaku ketemenku dan ga diduga besoknya temenku nagih "nad, gimana lanjutan cerita yang kemarin"
Seneng banget kan!
Lalu waktu SMP di kelas bahasa inggris aku mendogeng cerita "Snow White and The Seven Dwarfs" didepan kelas dengan suara dan intonasi yang aku rubah sesuai dengan karakter kurcaci, Voila! aku dapetin score 100 dan teman-temanku suka.
Bukan itu aja, ade lelakiku lagi buka-buka laptop dan dia pun baca tulisanku dan dari situ dia mau jadi "editor" untuk baca dan mengkritik kira-kira apa isi yang kurang dari ceritaku.
Dan pada saat zaman kuliah mungkin aku sudah pernah cerita di entri sebelumnya, aku merasa percaya diri untuk ngebagi ketemen terdekatku karena pada saat aku lagi nulis dikelas dan waktu izin ke toilet ga sengaja buku tulisku dibaca temenku. Dia pun ketagihan baca ceritaku (Makasi Lele...)
Mungkin ini kedengeran super pede yaa, tapi ngga papa kan kita bangga sama diri kita sendiri :)
Asal ga pamer berlebihan.

Anyway... jadi kesukaanku menulis merupakan sarana meditasiku.
Percaya ga percaya, kalau lagi muram dan nulis pasti jadi semangat lagi. 
Intinya sih lakuin apa yang disukain untuk bisa bangkitin semangat diri  :)

p.s : Makasi Mimita yang sudah "ngintip" sedikit kertas yang penuh coret moret


Minggu, 14 Mei 2017

Rasa stereotype

Jangan mengira sama terluka pada akhirnya akan menyembuhkan satu untuk lainnya...
Hal yang terasa mulia jika dipikirkan
Tetapi pada kenyataannya, salah satunya bisa saja menambah luka

Hal ini yang sempat aku saksikan beberapa waktu lalu
Sepasang pria dan wanita menjadi dekat dan terasa satu
Merasa sama terluka

Tetapi salah satunya tidak dapat bertahan dan masih menikmati lukanya
Tanpa disadarinya malah menambah luka yang lainnya

Itulah... jika perasaan di rasa stereotype

P.s : Cerita singkat sisa masa lalu

Minggu, 07 Mei 2017

Aktif Kembali

Akhirnya aku mengaktifkan kembali salah satu sosmedku...

Hal ini juga tidak sengaja, karena aku hanya bisa menonaktifkan dalam jangka waktu seminggu (apa aku yaa yang ngga begitu paham sama aturannya)

Aku ga berencana aktif terus karena selama seminggu kemarin tanpa adanya sosmed aku ngerasa merdeka!

Ga tau kenapa yaa...

Ditambah adanya beberapa orang yang memilih menghubungiku secara langsung, I appreciated :)


p.s: Semua akan indah kalau kita bisa punya komunikasi langsung


MRT Jakarta

Jalanan masih saja terihat padat
Walaupun baru saja usai hujan

Jantung Ibukota memang tidak akan pernah sepi

Klakson saling balas-membalas nyaring
Kendaraan roda empat saling lomba-berlomba tidak mau mengalah

Aku berjalan menyusuri jembatan penyebrangan tepat didepan tempatku bekerja
Hari ini terlihat berbeda dari biasanya, 
Jejeran instalasi rapi yang memperlihatkan foto proyek transportasi masa kini



Foto-foto yang mampu membangkitakan daya imajinasiku
Aku sudah berandai-andai jika memakai moda transportasi itu Jakarta tercinta ini akan berkurang macetnya.
Dan tiba di tempat tujuan pun akan semakin cepat

Ah cepatlah selesai...


Lokasi : Jembatan Penyebrangan MH Thamrin (Bundaran Hotel Indonesia)
Lagu : Pelan Tapi Pasti oleh White Shoes and The Couples Company

Jumat, 05 Mei 2017

Larut

Bunyi kipas angin dan detik jam terasa nyaring di malam yang telah sunyi

Pukul 12

Larut...

Tetapi waktunya otakku bekerja
Menghasilkan susunan kata yang terkadang ambigu semu

Biar sajalah
Tidak baik juga gampang dimengerti

P.s: waktu produktif untuk si penghasil cerita

Selasa, 02 Mei 2017

Entertain Myself

Hi !
Pasca beberapa hari aku menutup (sementara) beberapa akun sosial mediaku, aku menemukan hal-hal yang baru aku pahami.
Adanya orang-orang yang langsung direct mengirim pesan ke aku
"ada apa dengan instagrammu?"
"Nama IG kamu ganti lagi ya? kok ga bisa aku search ya"
Dan beberapa teguran lainnya.
Bukan berarti aku menghilang untuk dicari, karena aku menghargai komunikasi secara langsung bukan hanya dengan lihat-melihat sosial media.
"oh dia baik-baik aja" itukan yang kadang kita pikirkan ketika melihat sosial media seseorang yang akhirnya menghilangkan hasrat untuk menjalin komunikasi secara langsung.

Akhir-akhir ini aku juga ngerasa ketergantungan dengan sosial media, bangun tidur hal pertama yang aku lihat pasti Handphone dan mengecek sosial media atauuu lagi ketemuan dengan teman yang seharusnya kita punya waktu untuk bertukar cerita tapi diselingi dengan mengecek (lagi-lagi) sosial media. Bahkan hal yang terburuk aku hindari adalah "pengakuan sosial" dari dunia maya.

Hindari sementara, sebelum semuanya jadi berlebihan...

Jadi selama beberapa hari ini aku terbebas dari jeratan "dunia modern" yang ngga primitif-primitif banget, aku ngerasa bebas.

Contohnya hari ini, aku sengaja mengambil cuti hanya untuk "Entertain myself"
Kenapa?
Kadang ngerasa ga sih, kita seperti terlalu berusaha membahagiakan sekeliling sampai lupa membahagiakan diri sendiri.
Iya... itu nyata aku rasain !
Berusaha mati-matian untuk menyenangkan orang lain sampai akhirnya merasakan hal yang ga pantes aku rasain.

"seberapa besar rasa sayang sama dirimu sendiri?"
Hal ini tentu ga bisa kita jawab dengan mudah, karena biar gimana pun kita ga bisa egois dan memang udah tanggung jawab kita juga untuk membahagiakan orang lain (ex: orangtua, pasangan, teman, dll)

Jadi untuk itu hari ini aku bersenang-senang sendiri.

Dimulai dari keinginan menonton film yang aku tunggu-tunggu dari tahun lalu.
Film yang sesuai dengan ekspektasiku, bener-bener keren!!! 
Ditambah aku makan popcorn rasa karamel yang jujur aja jarang banget aku makan karena aku yang ga begitu suka makan pas nonton, tapi kali ini rasanya kok jadi enak yaa :)

Habis nonton, karena diluar hujan jadi suhu di dalam mall jadi dingin banget. Perut keroncongan ga bisa berbohong.
Akhirnya aku makan bakso yang ada di mall itu, sengaja cari tempat yang ga begitu rame yaitu dipojokan.
Ini yaa, yang aku lihat dari tempat makanku


Selesai makan aku santai-santai sebentar lalu sebagai penutup aku beli minuman kesukaanku, yaitu :
DUMDUM rasa Milo Coffee !!!

Sebelum DUMDUM jadi aku juga terhibur dengan adanya ibu-ibu yang lagi latihan nari Salsa, I wish I can join :(

Jadi hari ini sangat memuaskan, aku melakukan apa yang membuat diriku sendiri senang. Aku jadi kepikiran, aku membuat 1 hari di setiap bulan untuk "Entertain Myself".

Aku tau membahagiakan diri sendiri itu bisa dengan berbagai cara, tapi apapun itu semoga kita selalu bersyukur dengan kehidupan yang kita punya.

P.s : psst... kalau ada yang ngebaca blog ini dan mau berbagi kebahagian bersama, 
Please let me know :)
Syaratnya gampang kok... no sosmed and we can have deep conversation 
Cheers...

Jumat, 28 April 2017

Lombok


Paradise...
Itu sih yang aku pikirin untuk pertama kalinya tiba di Lombok (Nusa Tenggara Barat). Dengan temperatur cuaca yang sedikit lebih panas daripada Jakarta tapi semua terbayarkan dengan birunya langit yang beradu dengan birunya air laut.

Ok gini gini, aku jelasin yaa dari awal.

Tiba di bandara pada saat itu kira-kira jam 10, matahari lagi terik-teriknya kan yaa. Nah untuk destinasi pertama, aku langsung menuju Desa Sasak, desa asli penduduk Lombok yang merupakan penghasil tenun.

 
Pada saat aku ada disini, desa ini lagi lumayan padat karena disaat itu ada juga beberapa group rombongan yang dateng. Oh iyaa didesa ini para wanitanya bisa menenun semua loh, konon kalau disini wanita memang diharuskan bisa menenun karena menandakan sudah siap dinikahi.

Setelah ga begitu lama dari desa Sasak, aku melanjutkan perjalanan menuju ke Tanjung Aan, sebenernya aku ga membiarkan diriku mencari informaasi di internet karena aku mau ini semacam perjalanan yang penuh kejutan. Sesampainya di Tanjung Aan, aku bener-bener kagum sama panoramanya.

                                  

                               

                               

Disini aku puas banget foto-foto, ditambah yaa di tempat ini banyak banget anak-anak kecil yang jago bikin moment yang bikin hasil fotonya jadi bagus banget. Ada yang pose dorong gunung, loncat setinggi gunung dll, untuk pembayaran memakai jasa mereka itu seikhlasnya.

Panorama di hotel ku juga ga kalah oke kok, Tepat dipinggir pantai ditambah suasana yang super nyaman



Tapi diantara itu semua yang bikin aku super happy adalah kebersamaan dengan teman-temanku, terutama ketika Gala Dinner. Sudah jadi kebiasaanku tertunjuk sebagai pemimpin dancer secara ngga sengaja. (pssst maaf foto untuk acara ini aku ga bisa kasih liat karena mengandung unsur kebrutalan anak-anak muda yang sangat stress dengan kerjaan. Hehe) 

Jadi selama aku kerja 5 tahun, ini piknik paling berkesan yang pernah aku alamin! 
Disaat ini aku beryukur dengan kehidupanku dan kesempatan dapat teman-teman yang sudah seperti keluargaku.

p.s: Sebenernya masih banyak foto-foto indah waktu aku ke Gili Trawangan, cuma aku rasa foto-foto diatas udah cukup mewakilkan dan "merayu" untuk segera datang kesana, foto diatas juga bukti betapa indahnya Lombok dan sangat amat worthy untuk dikunjungi :)
Semoga aku punya kesampatan untuk bisa datang lagi kesana ya