Senin, 24 Juli 2017

Terlalu Biru

Aku baru saja kembali dari kota lamaku
Kota yang sudah ku anggap kota asalku

Terasa kosong, aku kembali disini
Terasa sepi, aku kembali disini
Terasa hampa, aku kembali disini

Aku ingin terbang kembali kesana
Menghabiskan hari-hariku

Merasakan terik matahari yang membuat legam
Menanti senja kita
Menatap bersama lampu-lampu di puncak kota

Aku rindu kamu, kalian dan kita 

p.s: ini menjadi setengah misteri bagiku, semua semangatku serasa habis dan tidak kembali ketika ada dikota ini. 
Mau menelaah tetapi terlalu biru :(

Senin, 03 Juli 2017

Hari Raya... Sepi

Entah ini hari raya keberapa aku tidak ditemani tawa

Aku hanya duduk melihat ke arah luar...
Berharap dia datang menjemputku

Aku tau itu semu
Tapi setidaknya pikiranku tidak kelu

Lagi-lagi air mataku turun tidak dapat ditahan
Usaha memikirkan hal bahagia serasa percuma

Aku hanya duduk melihat ke arah luar...
Berharap dia datang menemaniku

Sampai penutup hari, aku berpikir suamiku lebih beruntung.
Dia tidak pernah merasa dibuang di sisa hidupnya

P.s : ibu yang diabaikan anaknya di panti werdha

Minggu, 25 Juni 2017

Bhumi dan semestanya

Canting berjanji akan melepas Bhumi
Mengikhlaskannya pergi...

Canting pernah berkata
"Jika harus melepaskan Bhumi... aku pasti akan merasa kosong"

Tidak terasa memang waktu tidak menunggu Canting dan Bhumi untuk bersatu
Dan takdir pun sudah digariskan lain dari yang diharapkan

Memang seperti itu...

Tetapi Meratap
Meraung
Menangis
Berhasil tidak dilakukan oleh Canting

"Biar dia menyatu dengan semestanya..."

P.s : Ini seperti batas akhir perjalanan dengannya dan biasanya aku membenci mengucapkan ini... tapi untuknya Selamat Tinggal memang tepat.
-Untuk Poe-

Hari Kemenangan

Rasa syukur tidak terhingga...
Akhirnya bertemu lagi dengan Hari Kemenangan...

Bahagia dan sedih
Bahagia mesasakan hari ini
Tetapi harus menunggu lagi Ramadhan berikutnya

Selamat merasakan kemenangan

Sabtu, 17 Juni 2017

Jatuh Cinta

"Aku jatuh cinta"

"Dengan siapa? Mengapa tidak kau sebarkan berita bahagia ini sama seperti lainnya"

"Hahaha... aku bukan orang penting"

"Walaupun bukan tetapi hal ini bisa menjadi hal yang menarik"

"Untuk apa? Aku dan dia sudah cukup... Aku pun lebih bahagia jika disimpan sendiri... sama seperti bulan tidak memberitahu matahari jika tadi malam bintang bersinar terang untuknya"

Senin, 05 Juni 2017

Hujan Malam Ini

"Kenapa harus hujan malam ini" kutukku dalam hati

Mendengar tetes demi tetes bulir airnya membuat mataku semakin sulit untuk tidur

Pasti! Pasti kembali hal muram yang datang
Memikirkan sedang apa dan hujan jugakah di kotanya

Tahun belum menjadi genap... tenang saja.
Masih ada sedikit sisa waktu untuk acuh

Entahlah...
Aku harus tidur malam ini

P.s : baca tetapi jangan berasumsi sendiri

Pulas

Udara dingin semakin membuat tubuhku merapatkan kedalam selimut tebal ini

Andai wangi bisa aku simpan dan aku hirup setiap hari sampai nanti

Sayangnya wangi pelan-pelan akan hilang... tidak tersisa

Wangi ini yang menemaniku ketika sedu sedan
Tengah malam sampai menjelang pagi

Kami saling menguatkan
Kami saling mengalami titik ketidakberdayaan
Kami saling membenci situasi waktu itu

Andai wangi ini bisa lekat denganku... membuatku pulas sekali lagi

P.s : seperti tertidur dihotel pules

Senin, 29 Mei 2017

Kereta Jarak Jauh

Hentakan kereta berbunyi nyaring
Roda beradu dengan rel besi

Muak...

Aku segera mengalihkan pandanganku
Melihat kearah lain lebih baik aku rasa

Daripada mendengar bising

Melihat bentuk nyatanya sama seperti merasakan kembali bahagia yang sudah lama hilang

Aku benci kereta jarak jauh

Senin, 22 Mei 2017

Meditasi



"Kamu lagi ngapain? pasti lagi nulis ya, tadi ga sengaja ngintip sedikit"

Kalimat itu ditanyakan langsung sama temen satu divisiku, malu sih yaa ke gap karena ngga ngerjain pekerjaan yang sesungguhnya.

Ok... ini salah satu cara aku merefresh diri (baca : meditasi) yaitu menulis cerita yang sudah lama banget ngga selesai-selesai karena mood naik turun.
Sampai saat ini ada lima kerangka cerita yang belum selesai, makanya disela-sela ngerjain kerjaan kantor aku mencoba selesaikan salah satunya.

Ngga... aku ngga masukin itu ke penerbit manapun atau lebih tepatnya belum. Karena jujur aja, kalimat per kalimat yang masih berantakan dan isi cerita yang masih sesuka hati bikin aku ngerasa cerita ini cukup aku baca sendiri dan berbagi sama temen terdekatku aja.

Kesukaanku menulis dan menjadi storyteller sudah ada dari zaman aku SD. Awal-awalnya aku cerita yang ada di kepalaku ketemenku dan ga diduga besoknya temenku nagih "nad, gimana lanjutan cerita yang kemarin"
Seneng banget kan!
Lalu waktu SMP di kelas bahasa inggris aku mendogeng cerita "Snow White and The Seven Dwarfs" didepan kelas dengan suara dan intonasi yang aku rubah sesuai dengan karakter kurcaci, Voila! aku dapetin score 100 dan teman-temanku suka.
Bukan itu aja, ade lelakiku lagi buka-buka laptop dan dia pun baca tulisanku dan dari situ dia mau jadi "editor" untuk baca dan mengkritik kira-kira apa isi yang kurang dari ceritaku.
Dan pada saat zaman kuliah mungkin aku sudah pernah cerita di entri sebelumnya, aku merasa percaya diri untuk ngebagi ketemen terdekatku karena pada saat aku lagi nulis dikelas dan waktu izin ke toilet ga sengaja buku tulisku dibaca temenku. Dia pun ketagihan baca ceritaku (Makasi Lele...)
Mungkin ini kedengeran super pede yaa, tapi ngga papa kan kita bangga sama diri kita sendiri :)
Asal ga pamer berlebihan.

Anyway... jadi kesukaanku menulis merupakan sarana meditasiku.
Percaya ga percaya, kalau lagi muram dan nulis pasti jadi semangat lagi. 
Intinya sih lakuin apa yang disukain untuk bisa bangkitin semangat diri  :)

p.s : Makasi Mimita yang sudah "ngintip" sedikit kertas yang penuh coret moret


Minggu, 14 Mei 2017

Rasa stereotype

Jangan mengira sama terluka pada akhirnya akan menyembuhkan satu untuk lainnya...
Hal yang terasa mulia jika dipikirkan
Tetapi pada kenyataannya, salah satunya bisa saja menambah luka

Hal ini yang sempat aku saksikan beberapa waktu lalu
Sepasang pria dan wanita menjadi dekat dan terasa satu
Merasa sama terluka

Tetapi salah satunya tidak dapat bertahan dan masih menikmati lukanya
Tanpa disadarinya malah menambah luka yang lainnya

Itulah... jika perasaan di rasa stereotype

P.s : Cerita singkat sisa masa lalu

Minggu, 07 Mei 2017

Aktif Kembali

Akhirnya aku mengaktifkan kembali salah satu sosmedku...

Hal ini juga tidak sengaja, karena aku hanya bisa menonaktifkan dalam jangka waktu seminggu (apa aku yaa yang ngga begitu paham sama aturannya)

Aku ga berencana aktif terus karena selama seminggu kemarin tanpa adanya sosmed aku ngerasa merdeka!

Ga tau kenapa yaa...

Ditambah adanya beberapa orang yang memilih menghubungiku secara langsung, I appreciated :)


p.s: Semua akan indah kalau kita bisa punya komunikasi langsung


MRT Jakarta

Jalanan masih saja terihat padat
Walaupun baru saja usai hujan

Jantung Ibukota memang tidak akan pernah sepi

Klakson saling balas-membalas nyaring
Kendaraan roda empat saling lomba-berlomba tidak mau mengalah

Aku berjalan menyusuri jembatan penyebrangan tepat didepan tempatku bekerja
Hari ini terlihat berbeda dari biasanya, 
Jejeran instalasi rapi yang memperlihatkan foto proyek transportasi masa kini



Foto-foto yang mampu membangkitakan daya imajinasiku
Aku sudah berandai-andai jika memakai moda transportasi itu Jakarta tercinta ini akan berkurang macetnya.
Dan tiba di tempat tujuan pun akan semakin cepat

Ah cepatlah selesai...


video
Lokasi : Jembatan Penyebrangan MH Thamrin (Bundaran Hotel Indonesia)
Lagu : Pelan Tapi Pasti oleh White Shoes and The Couples Company

Jumat, 05 Mei 2017

Larut

Bunyi kipas angin dan detik jam terasa nyaring di malam yang telah sunyi

Pukul 12

Larut...

Tetapi waktunya otakku bekerja
Menghasilkan susunan kata yang terkadang ambigu semu

Biar sajalah
Tidak baik juga gampang dimengerti

P.s: waktu produktif untuk si penghasil cerita

Selasa, 02 Mei 2017

Entertain Myself

Hi !
Pasca beberapa hari aku menutup (sementara) beberapa akun sosial mediaku, aku menemukan hal-hal yang baru aku pahami.
Adanya orang-orang yang langsung direct mengirim pesan ke aku
"ada apa dengan instagrammu?"
"Nama IG kamu ganti lagi ya? kok ga bisa aku search ya"
Dan beberapa teguran lainnya.
Bukan berarti aku menghilang untuk dicari, karena aku menghargai komunikasi secara langsung bukan hanya dengan lihat-melihat sosial media.
"oh dia baik-baik aja" itukan yang kadang kita pikirkan ketika melihat sosial media seseorang yang akhirnya menghilangkan hasrat untuk menjalin komunikasi secara langsung.

Akhir-akhir ini aku juga ngerasa ketergantungan dengan sosial media, bangun tidur hal pertama yang aku lihat pasti Handphone dan mengecek sosial media atauuu lagi ketemuan dengan teman yang seharusnya kita punya waktu untuk bertukar cerita tapi diselingi dengan mengecek (lagi-lagi) sosial media. Bahkan hal yang terburuk aku hindari adalah "pengakuan sosial" dari dunia maya.

Hindari sementara, sebelum semuanya jadi berlebihan...

Jadi selama beberapa hari ini aku terbebas dari jeratan "dunia modern" yang ngga primitif-primitif banget, aku ngerasa bebas.

Contohnya hari ini, aku sengaja mengambil cuti hanya untuk "Entertain myself"
Kenapa?
Kadang ngerasa ga sih, kita seperti terlalu berusaha membahagiakan sekeliling sampai lupa membahagiakan diri sendiri.
Iya... itu nyata aku rasain !
Berusaha mati-matian untuk menyenangkan orang lain sampai akhirnya merasakan hal yang ga pantes aku rasain.

"seberapa besar rasa sayang sama dirimu sendiri?"
Hal ini tentu ga bisa kita jawab dengan mudah, karena biar gimana pun kita ga bisa egois dan memang udah tanggung jawab kita juga untuk membahagiakan orang lain (ex: orangtua, pasangan, teman, dll)

Jadi untuk itu hari ini aku bersenang-senang sendiri.

Dimulai dari keinginan menonton film yang aku tunggu-tunggu dari tahun lalu.
Film yang sesuai dengan ekspektasiku, bener-bener keren!!! 
Ditambah aku makan popcorn rasa karamel yang jujur aja jarang banget aku makan karena aku yang ga begitu suka makan pas nonton, tapi kali ini rasanya kok jadi enak yaa :)

Habis nonton, karena diluar hujan jadi suhu di dalam mall jadi dingin banget. Perut keroncongan ga bisa berbohong.
Akhirnya aku makan bakso yang ada di mall itu, sengaja cari tempat yang ga begitu rame yaitu dipojokan.
Ini yaa, yang aku lihat dari tempat makanku


Selesai makan aku santai-santai sebentar lalu sebagai penutup aku beli minuman kesukaanku, yaitu :
DUMDUM rasa Milo Coffee !!!

Sebelum DUMDUM jadi aku juga terhibur dengan adanya ibu-ibu yang lagi latihan nari Salsa, I wish I can join :(

Jadi hari ini sangat memuaskan, aku melakukan apa yang membuat diriku sendiri senang. Aku jadi kepikiran, aku membuat 1 hari di setiap bulan untuk "Entertain Myself".

Aku tau membahagiakan diri sendiri itu bisa dengan berbagai cara, tapi apapun itu semoga kita selalu bersyukur dengan kehidupan yang kita punya.

P.s : psst... kalau ada yang ngebaca blog ini dan mau berbagi kebahagian bersama, 
Please let me know :)
Syaratnya gampang kok... no sosmed and we can have deep conversation 
Cheers...

Jumat, 28 April 2017

Lombok


Paradise...
Itu sih yang aku pikirin untuk pertama kalinya tiba di Lombok (Nusa Tenggara Barat). Dengan temperatur cuaca yang sedikit lebih panas daripada Jakarta tapi semua terbayarkan dengan birunya langit yang beradu dengan birunya air laut.

Ok gini gini, aku jelasin yaa dari awal.

Tiba di bandara pada saat itu kira-kira jam 10, matahari lagi terik-teriknya kan yaa. Nah untuk destinasi pertama, aku langsung menuju Desa Sasak, desa asli penduduk Lombok yang merupakan penghasil tenun.

 
Pada saat aku ada disini, desa ini lagi lumayan padat karena disaat itu ada juga beberapa group rombongan yang dateng. Oh iyaa didesa ini para wanitanya bisa menenun semua loh, konon kalau disini wanita memang diharuskan bisa menenun karena menandakan sudah siap dinikahi.

Setelah ga begitu lama dari desa Sasak, aku melanjutkan perjalanan menuju ke Tanjung Aan, sebenernya aku ga membiarkan diriku mencari informaasi di internet karena aku mau ini semacam perjalanan yang penuh kejutan. Sesampainya di Tanjung Aan, aku bener-bener kagum sama panoramanya.

                                  

                               

                               

Disini aku puas banget foto-foto, ditambah yaa di tempat ini banyak banget anak-anak kecil yang jago bikin moment yang bikin hasil fotonya jadi bagus banget. Ada yang pose dorong gunung, loncat setinggi gunung dll, untuk pembayaran memakai jasa mereka itu seikhlasnya.

Panorama di hotel ku juga ga kalah oke kok, Tepat dipinggir pantai ditambah suasana yang super nyaman



Tapi diantara itu semua yang bikin aku super happy adalah kebersamaan dengan teman-temanku, terutama ketika Gala Dinner. Sudah jadi kebiasaanku tertunjuk sebagai pemimpin dancer secara ngga sengaja. (pssst maaf foto untuk acara ini aku ga bisa kasih liat karena mengandung unsur kebrutalan anak-anak muda yang sangat stress dengan kerjaan. Hehe) 

Jadi selama aku kerja 5 tahun, ini piknik paling berkesan yang pernah aku alamin! 
Disaat ini aku beryukur dengan kehidupanku dan kesempatan dapat teman-teman yang sudah seperti keluargaku.

p.s: Sebenernya masih banyak foto-foto indah waktu aku ke Gili Trawangan, cuma aku rasa foto-foto diatas udah cukup mewakilkan dan "merayu" untuk segera datang kesana, foto diatas juga bukti betapa indahnya Lombok dan sangat amat worthy untuk dikunjungi :)
Semoga aku punya kesampatan untuk bisa datang lagi kesana ya


Berdamai

Aku menghela nafas lega
Berdamai sungguh menyenangkan
Bukannya aku ingin membahagiakan semua orang
Pasti ada sedikit kebencian untukku dari lainnya

Iya...
Dia salah satu yang pernah aku sakiti
Menawarkan kebaikan terbalaskan dengan rasa pahit dariku
Bersyukur...
Kami kembali bertukar kata

P.s : Terima kasih jalan tengah :)

Senin, 03 April 2017

Telanjang

Aku pingin telanjang...
Mengupas luka-lukaku yang telah setengah membusuk

Aku pingin telanjang...
Sembari meneriaki orang-orang yang mengaku malaikat

Aku pingin telanjang...
Karena aku bosan menjadi aku

Aku pingin telanjang...
Biar aku bebas dari sangkaan dan terkaan suci

Aku pingin telanjang...
dan hilang...

p.s : hujan menarik lebih kelam

Usang

Jika saja wanita itu tau bahaya dan kesedihan dari awal, pasti dia akan mengurungkan niatnya...

Kalimat itu terus terpahat makin kuat dipikiran wanita itu. 
Aku lihat bukan penyesalan yang ada di dirinya... tetapi hanya kekecewaan mendalam.
Aku akhirnya memberanikan menulis sepotong cerita yang pasti aku akan ingat sampai nanti.

Tentang penantian yang berakhir tangis. 
Bukan hal mudah untuk mencoba mengingat-ingat kembali detik perdetik yang aku habiskan disana ketika memandang wanita itu, tangis yang dia habiskan di beberapa malam terakhir dengan ditemani bantal-bantal yang dibuat untuk menutupi sebagian wajahnya agar orang-orang berlalu lalang diluar tidak mendengar suara tangisnya.

Aku sebagai pemantau ikut merasakan kelu...

Diawal wanita itu terlihat sangat bersemangat untuk datang ke kota ini. Mungkin sudah terbayang menghabiskan senja bersama prianya dan menyusuri kota yang sangat dibanggakan oleh prianya.
"temani aku menulis tugas nanti ya" kata si pria. Kalimat itu juga yang dirasa menjadi janji mereka menghabiskan waktu nanti ketika bertemu.


Tetapi semakin dekat waktu janji temu, sepertinya si pria berubah.
Berubah semakin asing dan memudar. Disaat itu aku mulai merasakan penyangkalan dari wanita itu, dia terlihat meyakinkan diri bahwa mereka akan kembali seperti awal kenal dan wanita itu masih saja berusaha menyemangati si pria tanpa berharap adanya kalimat itu berbalik untuknya.

Wanita itu ingin menangis...
Kencang...
Bagaimana tidak, ketika akhirnya wanita itu datang ke kota si pria saat itu pula si pria sangat dingin.
Akhirnya si wanita mencoba menahan diri, dia membesarkan hatinya sendiri "mungkin pikiranmu penat dan kelat masalah"
Lagi-lagi si wanita berusaha mati-matian menyemangati si pria.

Akhirnya...
Tepat dihari senin siang mereka bertemu...
Bahagia pasti senang apalagi, sekali lagi aku bisa binar bahagia wanita itu apalagi ketika di melihat dan mendengar suara si pria secara langsung.
"aku sibuk... mohon pengertianmu" kata si pria halus diselipi senyum ketika mereka sedang makan siang bersama.
Tenang... itu yang aku rasakan. Si pria kembali meyakiniku, bahwa semua baik-baik saja. Hanya pikiranku yang tidak-tidak.

2 hari serasa terlalu lama...
Mereka pun bertemu lagi...
Kali ini tanpa kusangka, si pria mengajak seluruh kawan baiknya.
Ada rasa sedih terbersit di wajah wanita itu mungkin rasanya si pria tidak mau menghabiskan waktu hanya berdua dengannya.
Wanita itu menutupi dengan senyum palsu, dia tidak mau si pria kecewa dengannya dan malu didepan kawan-kawannya.
Mereka akhirnya mempunyai waktu berdua, aku melihat wanita itu mengutarakan rasanya untuk si pria.
Si pria hanya tertawa...
Saat itu aku mulai merasakan keyakinan, "ini sudah usai".
Tetapi sekali lagi waktu mempermainkan perasaan wanita itu, mereka diberikan jalan beriringin.

Sampai hari ini, aku masih mengingat jelas penutup hari itu.
Si pria benar-benar mengabaikan wanita itu, semua janjinya seperti tidak pernah terucap.

Disaat itu akhirnya wanita itu menangis...
Kencang dan pilu...
Dia sendiri dikota si pria, benar-benar sendiri.
Malam itu aku terjaga sampai pagi dan melihat wanita itu masih dipenuhi dengan air mata yang sulit dihentikan.
Lalu akhirnya aku melihatnya berhasil tidur dengan lelah dimata juga dipikirannya.

Keesokan paginya aku berharap si pria akan kembali menyapa wanita itu, "selamat pagi" seperti biasanya.
Tetapi harapanku sia-sia...
Si pria sudah tidak perduli pada hari itu, keesokan harinya dan sampai hari ini.

Ini rasa hancur yang pertama kali aku lihat ada di wanita itu.
Aku tidak ingin melebih-lebihkan, pada saat itu aku melihatnya takut ketika malam datang.
Aku paham, karena pada malam hari wanita itu akan menerka-nerka apa yang sedang si pria lakukan walaupun mereka disatu kota.

3 hari setelah mereka bertemu, wanita itu berkemas dan masih saja aku berharap ada pesan dari si pria untuk wanita itu.
Ternyata tidak ada...
Rasa ibaku untuk wanita itu memuncak ketika aku melihatnya, melakukan satu hal gila.

Jahat...

Itu yang ada dipikiranku.
Apa ini sebenarnya sosok si pria...
Pertanyaan itu tidak ada jawabannya sampai sekarang...
Aku pun melihat wanita itu terlalu lelah mencari jawaban itu, atau mungkin dia terlalu takut.

p.s: cerita ini sebenarnya sudah aku simpan dan mau aku susun sebagai informasi perjalanan. Tapi, aku urungkan.
Mungkin ada baiknya aku sebagai pemantau menceritakan tidak mendetail tetapi garis besar kekecewaan terbesar si wanita.
Aku tidak membenci kota si pria, tetapi ada rasa enggan  untuk kembali kesana.

Selasa, 28 Maret 2017

Berbagi

Aku senenggggggg banget malam ini
Tiba-tiba whatsappku masuk dengan kiriman foto anak perempuan sedang memegang boneka ondel-ondel



Seketika pikiran aku kembali ke hari senin kemarin...

Jadi pulang kerja aku numpang sama temenku sampai di arah terdekat rumahku, nah dari situ aku pesen UBER MOTOR. Sambil nunggu aku sempet mampir ke warung buat beli susu rasa melon kesukaanku (sedikit info ga penting)
Nah akhirnya datanglah driver uber itu... Lelaki dengan kisaran umur 35an.
Awalnya aku nanya sama si driver, Masnya ini dari arah mana sebelum menjemput aku. 
Dia cerita tuh, dia dari pasar malam BKT (orang yang tinggal di daerah jakarta timur pasti tau), dia bilang tadi lagi liat-liat boneka ondel-ondel pesenan anaknya.
Karena penasaran dengan bentuk bonekanya aku nanya, mana bonekanya.
Ternyata di jawab sama Masnya, "belum saya beli mbak, karena ga sesuai budget"
Aku makin penasaran, aku tanyalah berapa harganya karena belum kebayang segede apa bonekanya
Masnya jawab "bonekanya dari kayu Mba, ga gede kok. Cuma ga sesuai budget saya, karena saya hari ini aja baru dapet 3 orderan hari ini sedangkan boneka itu harganya 65ribu Mba, ditawar-tawar cuma mau turun sampe 55rb. Anak saya sudah lama pingin boneka itu, waktu jalan sama neneknya juga nunjuk-nunjuk boneka itu"

Ini yaa pada saat denger cerita itu, rasa super sensitifku kambuh. Aku pengen nangis karena aku langsung inget ayahku.

Cerita ini masih aku inget sampe sekarang, waktu masih kecil aku sama kakaku pingin banget sama penghapus bentuk anjing. Nah pada saat itu ayahku belum gajian jadi uangnya pas untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi namanya orang tua pasti ga tega dan akan mengusahakan semuanya demi anak, ayah ga jadi beli barang yang dibutuhinnya dan malah beliin aku dan kakaku penghapus itu.

Jadi inget Mas Uber ini, jadi inget gimana perasaan ayahku.

Pada saat aku turun, aku tanya jadi berapa biaya perjalananku, masnya jawab 3,500 rupiah. Ternyata saat ini Uber ada promo.
Pantes aja kannnn, dapet 3 order ga menutup harga boneka yang mau dibeli.
Akhirnya aku kasih masnya sedikit lebih dan pesen "mas ini janji yaa buat nambahin beli boneka. tolong besok beliin buat anaknya"

Dan VOILA! aku ikut seneng, apalagi liat anak perempuannya sambil ketawa lucu gitu :)

aku juga seneng si Mas Uber ngejaga amanatku untuk beliin anaknya boneka itu.

p.s : disini aku cuma mau share, gimana ikut bahagianya aku. Bukan bermaksud pamer atau apapun itu. Dan disini aku juga pengen sedikit inget sama gimana baiknya ayahku.


Senin, 13 Maret 2017

Politik VS Agama

-Urusan politik yang dicampur sama agama-

Aku bingung ya sama masyarakat zaman sekarang.
Tinggalnya diperkotaan tapi cara pikirnya kok primitif
Masalah yang pengen banget aku bahas yaitu masalah yang lagi terjadi di Jakarta
Sebenernya aku ga tertarik sama hal-hal yang berkaitan dengan politik.
Tapi ini menurut aku udah kelewatan deh...

Berawal dari salah satu orang Gubernur yang keliru dalam lisan dan ngebuat umat salah satu agama yang merasa sakit hati dan kecewa.
Ok disini aku juga ga mau membenarkan ya, beliau memang salah dan ga berusaha berpikir jauh dulu sebelum ngomong.
Dan beliau pun akhirnya sadar dan minta maaf tapi sayangnya... itu dirasa terlambat untuk beberapa orang dan berakhirnya ada satu oknum yang mengaku keturunan Rasul (padahal semua juga saling turun temurun a.k.a berkaitan ya) mengajak sejumlah massa untuk mengadakan demo ini itu agar si Gubernur ini mundur. 
Ada alasan yang muncul agar si Gubernur mundur yaitu karena berbeda agama sama si oknum dan menyebutkan kata keramat yang menurutku ga ok yaitu "Kafir"

Males ga sih... 
Hal ini pun jadi salah satu topik seru yang aku bahas dengan "mantan temen deketku" yang beda agama.
Kita sama-sama sependapat kalau kafir itu cuma tuhan yang bisa nilai. Sekarang aja semua orang dibuat saling ngebenci, yang aku tau pasti agama itu mengajarkan kebaikan bukan sebaliknya.
Jadi sebelum menjudge orang lain coba deh mengukur diri sendiri dulu.
Suka gemes deh yaa sama hal ini.

Dan ada satu hal yang paling miris diantara semuanya, adanya orang-orang yang membuat larangan untuk melarang jenazah pro Gubernur itu untuk dishalat di masjid.
Aku ga habis pikir yaa gimana perasaan saudara yang bapak/ibu/kakak/adik dan keluarga lainnya mesti terkatung-katung mesti dishalatkan dimana.

Kenapa ya, sampai ada yang tega begitu. Gimana kalau kita balik semuanya, kejadian ini menimpa mereka. Kembali lagi deh, sebelum berbuat coba memposisikan diri di posisi orang lain.
Beda kepala beda pikiran, ga bisa kita samakan jadi satu pikiran semudah itu. Apalagi kalau caranya keliru yang ada kebencian muncul dimana-mana

p.s: ini pure opiniku :(

Senin, 27 Februari 2017

153 Hari

Aku kembali menghela nafas.
Ditengah rutinitas tidak bisa juga menghalau pikiranku melayang ke arahmu.
Rasanya sesak dan sedih.

Coba kuhitung sudah berapa lama kita tidak bertukar kata dan tidak bertatap mata
153 hari...
Tepat sampai hari ini.

Sudah berjanji ke diri sendiri, ikhlaskan...
Sudah dijalan yang berbeda
Tapi sulit...

Masih saja semuanya jelas diingatanku
Masih saja diam-diam aku menangis
Masih saja diam-diam aku rindu denganmu


video

p.s : Ingin bertemu lagi di Ulen Sentalu 280916


Minggu, 26 Februari 2017

Ziarah

Satu lagi film yang menurutku bagusnya ga bakalan bikin kita bosen untuk nonton, berawal dari Plaza Indonesia film festival yang menayangkan salah satu film terbaik versiku yaitu Ziarah.

Dari judul banyak yang bertanya-tanya, horor ya? serem ga? apa kaya film Keramat (salah satu film horor yang ga pernah mau aku tonton)?

"Jangan terkecoh dengan judul..." jawabanku hanya itu.

Diawal film memang sedikit horor karena adanya scene seperti menguburkan orang lain.

Plotnya sebenernya simple banget, seorang wanita tua yang namanya Mbah Sri yang berusaha mencari makam suaminya yang merupakan salah satu pejuang 1945. Dari satu tempat ke tempat lainnya dengan tujuan bisa dipersatukan dan "tidur" bersebelahan dengan suaminya suatu hari nanti.
Karakter Mbah Sri sendiri disini ga banyak dialognya, tapi yang bikin trenyuh adalah akting nya.

Mungkin di awal film akan ngerasa sedikit bosan karena plot yang terkesan lambat, tapi dari pertengahan sampai akhir... LUAR BIASA!
Dan ketika selesai nonton pasti akan ngerasa ga nyangka, begitu juga dengan aku yang ngerasa kaya gitu. Sampai hari ini aku merasa "rindu" dengan Mbah Sri. Pingin nonton lagi rasanya.

Nilai plus kenapa aku bisa jatuh cinta sama film ini adalah dialog yang menggunakan bahasa Jawa (bahasa kampung halaman), akting yang sangat keseharian, aktor-aktor yang belum terkenal tapi punya kualitas yang menurutku lebih daripada aktor yang sudah terkenal, jalan cerita yang sederhana, selipan sejarah-sejarah.
video



Oke, dikarenakan aku ga mau spoiler sama isi ceritanya, jadi semoga semuanya yang tertarik bisa langsung nonton.

p.s :selamat menonton dan siap-siap merasa rindu dengan Mbah Sri :)

Sabtu, 11 Februari 2017

Stay Classy

*Dikarenakan bingung apa kalimat pembuka yang baik mari kita langsung ke bahasan yang dimaksud.

Ok... ini cerita yang baru-baru aja terjadi sih (baca: Jumat kemarin jam 11 siang)
Lagi ditengah-tengah ngerjain kerjaan yang bikin mumet tiba-tiba pas cek HP ada direct message di Instagram dari entah siapa yang belum kukenal.
Setelah baca isinya langsung mendadak mules.

Isinya adalah kalimat-kalimat kemarahan yang menjurus kurang sopan & hinaan a.k.a bahasa gaulnya Pelabrakan seorang cewe ke aku karena dia ngerasa aku ganggu cowonya.

Kenapa aku mules?
Bukan... bukan karena aku ngerasa aku seperti yang diomongin.

Kita ga usah ngebahas apa isi pesannya yaa... yang jelas isi-isi kalimat pada umumnya. Isi kalimat yang di tulis dengan orang yang sedang emosi dan belum bisa berpikir jernih.

Aku mau sharing bukan cari pembenaran tapi buat pelajaran aja disini.
Mungkin kalau kejadian ini kejadian di beberapa tahun belakang waktu kuliah aku akan super emosi buat bales isi pesannya. Tapi aku rasa saat ini aku udah ketuaan untuk beradu argumen sama hal yang jelas-jelas aku paling ga suka kaya gini.
Dari dulu aku percaya sama soal perasaan cuma ada dua hal IYA apa NGGAK.
Maksudku kita ga perlu ribut-ribut, apalagi kl sampe berantem sama orang lain cuma karena masalah lawan jenis. 
Karena pada akhirnya perasaan itu ga bisa ada ditengah-tengah kan, kita minta bisa minta penjelasan dulu dan ketegasan.

Jadi di kasus ini, dimulai dari 2 tahun yang lalu. Aku kenal sama cowo ini, itu pun kenalnya di Instagram dan bahkan GA PERNAH KETEMU SAMA SEKALI.
Nah kita seperti temen biasa aja, ga ada yang spesial. Aku juga ga ada niatan yang menjurus kenal dia lebih jauh.
Tapi diantara kekesalanku adalah karena cewe ini bawa-bawa (alm) kakekku, padahal topik itu aku omongin ke cowonya hanya sebagai sebuah jawaban dari cowonya.
Disitu aku juga udah jelasin kalau yang duluan kirim direct message itu cowonya.
Lalu dia bilang ini bukan pertama kalinya cowonya berurusan dengan cewe lain dan dia bahkan bilang udah mau nikah sama cowo ini.

Kasian kan...
Berarti cowo ini yang sikapnya cenderung tebar pesona (tp) tapi giliran ada masalah si cowo ini akan ngelempar masalah ke cewe lain.
Anyway... ini cuma asumsiku sih. Aku ga mau cari tau lebih jauh.

Dan berakhirlah aku cuma bisa bilang "Sabar ya Mba" dan aku pun block si cowo maupun si cewe untuk mendapatkan kedamaian.

Oh ya! ada 1 hal lagi. Si cewe mempermasalahkan aku yang ngomong "aku-kamu" sama cowonya.
Aku jelasin kalau aku anak daerah (bukan asli Jakarta) jadi kebiasaan bahasanya gitu.
Karena lagi emosi si cewe ini bilangin aku Anak Kampung. Ya aku bales aja dengan penuh kebanggaan "Iya Mba, aku memang dari kampung"
Untuk hal ini sih aku ngerasa lucu, pemilihan kata ganti orang memang penting ya bua kehidupan di Jakarta.
Lagipula aku  memang orang kampung dan ga suka mengaku-ngaku orang kota tapi gaya bicara seperti orang yang ga terpelajar.


Aku harap sih semua ga ada masalah lagi, disini juga aku berpikir untuk intropeksi diri. 
Karena apapun kejadian pasti ada alasan kan, begitu juga hal kaya gini. Ga cuma mereka tapi disikapku juga pasti ada yang keliru.

p.s: Semoga mereka berbahagia dan semoga cewenya sadar kalau lagi marah-marah ga baik buat bawa-bawa keluarga terutama dia ga kenal sama orang lain itu.
*Aku ngerasa bersalah sama (alm) kakekku karena ikut kebawa-bawa di masalah yang gapenting kaya ini :(

Minggu, 05 Februari 2017

Signal

15 Tahun
Kau menghilang tanpa kabar
Terakhir kita bertemu saat itu
Tilam ini masih setia terlipat rapih disudut ruangan
Terasa dingin dan sedikit lembab
dia rindu dengan empunya
Sama seperti diriku denganmu
Tapi bisa apa aku...
Usaha terbaikku hanya berbisik kepada angin yang berhembus siang atau malam
Berharap disampaikan kata-kataku untukkmu
"Pulanglah... mari lelap bersama"

P.S : rekam tidak bisa berhenti di lihat

Senin, 09 Januari 2017

Hitam

Coba kau lihat dengan seksama
"Ada celah"
Coba kau telusuri dengan teliti
"Ada Luka"
Coba kau amati dengan cermat
"Ada kelam"
Lihat lebih ke dasarnya lagi!
"Ada hitam, iya! Aku lihat hitam"

P.s : iya hitam... seperti warna kesukaanmu